Learning Style
Setiap manusia memiliki variasi
dan karakter yang berbeda-beda. Sama hal dengan gaya belajar dan gaya berpikir
tiap orang. Gaya belajar dan berpikir bukanlah kemampuan, tetapi cara yang
dipilih seseorang unutk menggunakan kemampuannya (Drysdale, Ross, &, 2001;
Sternberg, 1997). Dalam dunia pendidikan, anak melaksanakan kegiatan belajar an
berpikir yang berbeda-beda, bahkan cara mengajar dan berpikir setiap guru pun
pasti berbeda. Tak satu pun diantara kita yang hanya punya satu gaya belajar
dan berpikir. Kita akan merasa lebih efektif dan lebih baik dengan menggunakan
lebih banyak mendengarkan , namun orang lain lebih baik membaca dan bahkan ada
yang merasa bahwa hasilnya akan lebih maksimal jika kita belajar langsung
mempraktekkan dengan apa yang akan kita pelajari.
Ada dua gaya yang paling banyak
didiskusikan dalam wacana tentang pembelajaran
yaitu : gaya impulsif - reflektifdan mendalam - dangkal.
a. Gaya
Impulsif & reflektif
Disebut juga sebagai tempo
konseptual, yakni ; murid cenderung bertindak cepat dan impulsif atau lebih
banyak menggunakan waktu untuk merespon dan merenungkan suatu jawaban, sehingga
cenderung melakukan kesalahan ketimbang murid yang reflektif. Murid yang
reflektif lebih mungkin melakukan tugas seperti : mengingat informasi yang
terstuktur. Membaca dengan memahami dan menginterpretasi teks, memecahkan
problem dan membuat keputusan serta konsentrasi yang relevan pada suatu
informasi. Murid yang reflektif biasanya standar kinerjanya lebih tinggi.
Banyak bukti yang menunjukkan murid reflekt lebih efektif dan lebih baik dalam
pelajaran sekolah daripada murid impulsif.
b. Gaya
Mendalam & Dangkal
Maksudnya adalah sejauh mana
murid dapa mempelajari materi belajar dengan satu cara yang membantu mereka
untuk makna materi belajar tersebut (gaya mendalam ) atau sekedar mencari apa
saja yang perlu untuk dipelajari (gaya dangkal). Murid yang belajar dengan
menggunakan gay dangkal tidak dapat mengaitkan apa saja yang telah mereka
pelajari dengan konseptual yang lebih luas, mereka belajar secara pasif
sehingga hanya mengingat pelajarannya saja. Murid yang belajar secara mendalam
( deep learner) justru kebalikan dari gaya dangkal. Mereka lebih aktif memahami
apa-apa saja yang mereka pelajari dan memberi makna terhadap apa-apa saja yang
perlu diingat (konsep pendekatan konstruktivis ) .Sehingga dapat memotivasi
diri sendiri untuk belajar, sedangkan belajar dangkal dapat memotivasi diri
sendiri jika ada reward dari luar seperti pujian dan tanggapan yang positif
dari guru.
Strategi membantu pelajar dangkal
supaya belajar secara mendalam :
Diskusilah
dengan murid bahwa ada yang lebih penting dari sekedar mengingat materi
Ajukan
pertanyaan dan beri tugas yang mensyaratkan murid untuk menyesuaikan informasi
dengan kerangka yang lebih luas
Jadilah
sebagai seorang model yang memproses informasi secara mendalam, bukan sekedar
memberi informasi di permukaan saja.
Jangan
menggunakan petanyaan yang membutuhkan jawaban ya atau tidak
Mengevaluasi Gaya Belajar dan
Berpikir
Setiap
anak nungkin memiliki cara yang berbeda-beda dalm meyerap informasi , ingat
jangan mengkacaukan gaya dengan kemampuan, seperti inteligensi. Gaya adalah
cara murid menggunakan kemampuannya,
Akan
sangat membantu dan efisien apabila kita dapat memahami cara belajar anak tersebut,
cari jalan bagaimana agar cara belajarnya tersebut efisien bagi dirinya untuk
ke depannya. Sehingga anak dapat lebih menggali potensi yanga da pada dirinya.
Howard Garner (1993) menyatakan bahwa seorang anak mungkin punya gaya
impulsifdalam bidang musik tetapi bergaya refleksif dalam memecahkan teka-teki.

Komentar
Posting Komentar