PRIVATE SPEECH: VYGOSTKY VS PIAGET
Persamaan:
Perbedaan:
Sumber:
1. Papalia, D.E. Human Development 10th
ed. New York: McGraw-Hill Companies, Inc., 2007, halaman 267.
2. Ali Edu Blog:
ww.aliedu.blogspot.com, tentang Perkembangan Kognitif dan Bahasa.
Bahasa
hanyalah bentuk lain dari perilaku. Vygotsky dan Piaget yakin bahasa dipelajari
khususnya melalui penguatan dan imitasi, walaupun kemungkinan ini lebih
merupakan usaha yang memudahkan pembelajaran bahasa daripada hal mutlak
diperlukan. Vygotsky dan Piaget sama-sama berpendapat bahwa bahasa berperan
penting terhadap perilaku. Misalnya, menurut Piaget, dua macam perkembangan
dapat terjadi sebagai hasil dari perkembangan atau aktivitas bahasa, yaitu
asimilasi dan akomodasi. Suatu perkembangan disebut asimilasi jika aktivitas
terjadi tanpa menghasilkan perubahan pada anak, sedangkan akomodasi terjadi
jika anak menyesuaikan diri terhadap hal-hal yang ada di lingkungannya.
Kesamaan lainnya adalah, menganggap bahwa private speech
sebagai salah satu kegiatan alami yang umumnya dilakukan oleh setiap anak.
Vygotsky dan Piaget memandang bahwa
pada masa early chilhood aak-anak sering menggunakan private speeh,
apalagi dalam proses bermain yang imajinatif dan kreatif. Misalnya, anak-anak
sering berbicara untuk diri mereka sendiri ketika bermain permainan imajinatif
seperti bermain boneka. Private speech
berkaitan lebih kepada kreatifitas dalam bermain, dimana semakin sering
anak-anak terlibat dalam private speech,
maka semakin kreatif, fleksibel-lah pemikiran mereka.
Private speech digunakan oleh anak-anak secara
spontan dan merupakan strategi belajar yang natural untuk meningkatkan daya
memori atau kemampuan kognitif anak. Private speech
digunakan berulang-ulang, untuk meningkatkan memori kerja dengan menjaga
informasi untuk tetap diingat. Misalnya, seorang anak mungkin mengulang sebuah
aturan atau cerita kepada dirinya untuk mengingatnya.
Menurut
Piaget, private
speech sebagai suatu tanda kematangan kognitif. Hal ini dianggap sebagai
jalan mengekspresikan fantasi dan emosi. Piaget berpendapat bahwa anak-anak
sangat egosentrik, mereka belum mampu mengartikan pembicaraan orang lain, dan
belum dapat berkomunikasi dengan jelas dan mereka berbicara ketika sedang
melakukan sesuatu, karena pada dasarnya mereka belum dapat membedakan antara
kata dan simbol. Pada akhir tahap preoprational,
kematangan kognitif dan interaksi sosial akan berkembang, dan lambat laun sifat
egosentrik semakin berkurang dan mampu berpikir secara simbolik.
Menurut Vygotsky, kebalikan dari
pandangan Piaget, bahwa sebenarnya, anak itu tidak egosentrik. Private speech dianggap
sebagai suatu bentuk khusus dari komunikasi, dimana seorang anak berbicara
kepada dirinya sendiri. Hal ini merupakan suatu fungsi yang penting sebagai
masa transisi antara early social speech (terbentuk
ketika pengalaman semakin dewasa) dan inner speech (thinkin’ in words).
Private speech
dianggap sebagai sebuah stimulus dalam membantu anak pada masa early childhood
untuk dapat mengembangkan kemampuan interaksinya, sehingga pada akhirnya, anak
tersebut memiliki usaha untuk mengontrol perilaku mereka dalam suatu lingkungan.
Private speech yang dikemukakan oleh
Vygotsky ini memiliki banyak sekali kegunaan. Seorang anak yang sering
menggunakan private speech dalam perkembangan bahasanya, maka ia akan tumbuh
menjadi pribadi yang lebih pandai berkomunikasi dan berinteraksi secara social
dibandingkan dengan anak yang sedikit bahkan tidak pernah menggunakan private
speech. Sehingga bisa dikatakan bahwa private speech merupakan transisi awal
untk menjadi seseorang yang komunikatif secara social. Selain itu, ternyata
private speech juga memiliki peran dalam bagaimana harus menata perilaku.
Private speech juga mampu membantu anak dalam membentuk pribadi yang penuh
perhatian serta memiliki kinerja yang bagus.

Komentar
Posting Komentar