EMOSI
A.
PENGANTAR
Emosi
adalah suatu keadaan dimana kita menerima rangsangan dari luar, baik rangsangan
positif maupun negatif
Watson-tellegen menggambarkan bagaimana mereka mendeskripsikan bagian-bagian emosi yang diibaratkan seperti mata angin yang berlawanan timur-barat, selatan-utara.
1. High possitive effect
2. Low possitive effect
3. High negative effect
4. Low negative effect
Ada 4 elemen dasar emosi yaitu :
a. Stimulus
b. Pengalaman
c. Psychological arousal
d. Perilaku
B. TEORI EMOSI
Teori James-Lange, emosi identik dengan peredaran darah. James menyatakan bahwa emosi ialah hasil persepsi orag terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respon terhadap rangsangan-rangsangan dari luar. Contoh : nangis à sedih, pukul à marah
Teoti camon-board (menolak teori james) menjelaskan bahwa persepsi terhadap objek yang dapat menimbulksn emosi di proses secara simultan oleh dua intansi sistem saraf otonom dan cerebral cortex.
Teori kognitif tentang emosi (Magda Arnold , Albert Ellis, Sandley), emosi adalah interpretasi kognitif dari rangsangan emosional (dari luar atau dalam tubuh). Proses interpretasi emosi terbagi 2 yaitu :
a. Interpretasi stimulus dari lingkungan
b. Interpretasi stimuli dati tubuh yang
dihasilkan dari arousal saraf otonom
LIE DETECTOR
Merupakan alat untuk menguji kebohongan , sering digunakan untuk investigasi seseorang dalam kasus perampokan yang mengindikasikan sistem saraf otonom , seperti keringat, tekanan darah dengan menggunakan alat yang disebut polygraph
Role of learning and culture in Emotions
Dalam pengekspresian emosi, pada setiap yang dipengaruhi pembelajaran dan budaya
- The persuit of
Happiness (mengejar kebahagian)
- Keberagaman manusia :
perbedaan budaya dalam kebahagiaan, perbedaan jelas, bahwa antara suatu negara
lain tingkat kebahagiaanya berbeda.
Contoh : Denmark 33 % lebih bahagia daripada masyarakat Jepang. Hal ini terjadi karena Jepang telah memperhatikan kesejahteraan kelompok daripada kesejahteraan individu, sehingga hal ini membatasi individu untuk berekspresi
AGGRESI : aspek emosional dan aspek motivasi
Agresi adalah emosi negatif yang berada dalam diri manusia untuk mencelakakan seseorang. Perilaku agresi ada 4 yaitu :
a. Unsur Subjective Judgement Dorman (perilaku agresi dipandang pada sisi niat)
b. Offensive Aggression ( Agresi diarahkan
secara tidak langsung)
c. Retaliaty Aggression (respon provoksi)
d. Instrumental Aggresion (sama-sama untuk
mencapai tujuan lain)
Ada 5 aspek yaitu :
a. Teori Freud’s Instinct
Aggresi disebabkan oleh hereditas / naluri manusia dari sejak lahir
Aggresi disebabkan oleh hereditas / naluri manusia dari sejak lahir
b. Frustation Aggression Theory
Apabila
manusia mempersepsi bahwa dirinya dihambat untuk mencapai tujuan frustasi itu
akan berubah jadi agresi
c. Social-Learning Theory
Agresi muncul karena adanya pembelajaran / oeniruan , reinforcement
Agresi muncul karena adanya pembelajaran / oeniruan , reinforcement
d. Cognitive theory of aggression
1.
Superiority : terlahir “inferior” dalam
tindak aggresi
2.
Victims of injustice : merasa menjadi
korban sehingga bertindak agresi
3.
Vulneribility : kelompok merasa rentang
terhadap serangan
4.
Distrust : kelompok tidak percaya dengan
orang lain
5.
Helplessness : tidak ada jalan keluar
e.
Violent Youth Gangs
Contoh
: AS sedang marak dengan gang kekerasan, hal ini disebabkan cara orangtua dalam
menghukum anaknya.sehingga anak cenderung untuk meniru (mem-bully) kawan
sebayanya, atau reaksi penolakan dari kelompok dan pengaruh dari TV

Komentar
Posting Komentar